Keutamaan Manfaat Asmaul Husna

Fadhilah khasiat manfaat keutamaan berdzikir berdoa menggunakan asmaul husna nama-nama Allah yang baik yang berjumlah 99 perlu untuk diketahui oleh kita selaku umat Islam dalam berdoa kepada Allah SWT.

Karena memang dalam Al-Quran sendiri Allah telah memerintahkan kepada kita untuk berdoa dengan menyebut nama-namaNya dengan menggunakan Asmaul Husna sebagai mana firman-Nya yang terdapat pada QS. Al-Araf : 180 yang artinya :

"Hanya milik Allah al-Asma-al-Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan"

Keutamaan Manfaat Asmaul Husna

Dan dalil anjuran berdoa berdzikir menggunakan asmaulhusna sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 180 diatas disebutkan pula dalam Shahihain sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :

"Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, barangsiapa menghafalnya, ia akan masuk Jannah (surga),"(HR. Bukhari Muslim)

Dan ini adalah bagian dari khasiat manfaat keutamaan Asmaul Husna itu sendiri bila diamalkan dan dihafalkan oleh kita selaku umat muslim sebagaimana tersebut diatas.

Manfaat Hikmah Tujuan Berdoa Berdzikir


Tentunya hal ini juga tidak terlepas dan terkait langsung dengan penggunaan nama-nama Allah Yang baik yang berjumlah 99 atau 100 kurang satu. Karena memang manfaat hikmah dan tujuan dari berdoa dan berdzikir dalam Islam adalah sangat besar maknanya.

Hal ini karena dalam agama Islam dikatakan dalam sebuah hadist yang artinya :"Doa itu adalah otak ibadah". (HR. Bukhari). Otak adalah sarinya, intinya, dan yang paling berarti dari sesuatu itu (ibadah).

Demikian yang diterangkan oleh Imam Syaukani dalam kitab Tuhfatudz Dzakkirin. Karena doa adalah intinya ibadah maka setiap ibadah tanpa doa bagaikan buah tanpa isi atau seperti jasad yang tidak memiliki otak waras.

Doa (dalam bahasa Arab) berarti membaca, meminta hajat dan memohon pertolongan. Terkadang juga diartikan secara mutlak yaitu membaca. Doa menurut istilah adalah memohon hajat kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) itu digunakan sebanyak 13 makna yang berbeda-beda.

Di antaranya adalah membaca, berdoa, meminta kepada Allah Ta'ala, memanggil, mengajak kepada sesuatu atau kepada seseorang, memohon pertolongan dan bantuan, beribadah dan lain sebagainya.

Dzikir menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah ialah segala macam bentuk mengingat kepada Allah SWT baik dengan membaca tahlil, tasbih, tahmid, taqdis, takbir, tasmiyah, hasbalah, qira'atul Qur'an maupun membaca Seputar Doa-Doa yang ma'tsur dari Rasulullah SAW.

Manusia dijadikan bersifat lemah, butuh perlindungan dan pertolongan. Kemampuan manusia dibatasi oleh penglihatan, pendengaran, akal dan fisiknya. Banyak peristiwa terjadi diluar jangkauan kemampuan manusia untuk mengatasinya. Dalam keadaan seperti itu manusia akan mencari kekuatan diluar dirinya untuk mengatasi berbagai masalah tersebut.

Untuk mengatasi berbagai hal yang diluar kemampuannya manusia berusaha meminta tolong kepada sesuatu yang mereka anggap kuat . Ada yang meminta tolong pada sesuatu yang mereka anggap sebagai tuhan, berhala yang mereka sembah, para dewa, kekuatan dan ruh leluhur, benda benda dan makam keramat, Jimat, benda pusaka dan lain sebagainya.

Kebanyakan manusia tidak menyadari kelemahan dirinya, mereka merasa kuat, mampu serta perkasa untuk menyelesaikan dan mengerjakan berbagai hal dalam kehidupan sehari hari. Keberhasilan dan kesuksesan menyebabkan mereka jadi sombong dan pongah . Mereka merasa bisa mendapatkan uang dan kekuasaan dengan kemampuan diri mereka sendiri.

Mereka merasa segala sesuatu bisa mereka dapatkan dengan uang, kekuasaan dan kemampuan dirinya. Mereka tidak perlu bantuan siapapun, bahkan mereka tidak perlu dengan Tuhan.

Sebagai umat islam sebagai muslim dan muslimah semoga kita terhindar dari hal negatif tersebut diatas, yang mana sifat manusia terkadang seringkali menyangka bahwa semuanya hasil kerjanya adalah karena usahanya sendiri tanpa ada campur tangan bantuan orang lain bahkan naudzubillah "melupakan Allah" atas hal tersebut.

Dan doa-doa tersebut bisa terangkum dan dijadikan pendamping di dalam berdoa kepada Allah dengan menggunakan Asmaul Husna tersebut.

Nama-Nama Allah Yang Indah Baik Asmaul Husna Dan Artinya

Dalam Al-Qur’an Allah banyak sekali menganjurkan kita untuk selalu berzikir dengan menyebut nama-Nya yang tercantum dalam Asmaul husna sebanyak banyaknya. Allah tentu tidak akan menganjurkan sesuatu yang sia sia kepada kita. Banyak hikmah dan manfaat yang tersembunyi dibalik pelaksanaan Dzikir Asmaul Husna ini.

Al-Asma’ul husna biasa juga digunakan sebagai kalimat dzikir untuk mendekatkan diri pada Allah dengan menambahkan huruf nida’ (Yaa) pada masing masing Asma’. Contohnya Yaa..Rahman, Yaa..Rohiim, Yaa…Malik… dan seterusnya.

Perbanyaklah mengucapkan kalimat Dzikir dengan menyebut nama-Nya setiap selesai sholat, waktu pagi dan petang hari atau pada waktu malam hari.

Berikut ini daftar lengkap 99 nama nama Allah Asmaul Husna beserta dengan artinya :
  1. AR RAHMAN ( Yang Maha Pengasih )
  2. AR RAHIIM ( Yang Maha Penyayang )
  3. AL MALIK ( Yang Maha Merajai )
  4. AL QUDDUS ( Yang Maha Suci )
  5. AS SALAM ( Yang Maha Selamat )
  6. AL MUKMIN ( Yang Maha Memberi Keamanan )
  7. AL MUHAIMIN ( Yang Maha Memelihara )
  8. AL AZIZ ( Yang Maha Perkasa )
  9. AL JABBAR (Yang Memaksakan Kehandak )
  10. AL MUTAKABBIR ( Yang Maha Memiliki Kebesaran )
  11. AL KHALIK ( Yang Menciptakan )
  12. AL BARRI ( Yang Maha Perencana)
  13. AL MUSHOWWIR ( Yang Membentik Rupa)
  14. AL GHAFFAAR ( Yang Maha Pengampun )
  15. AL QOHHAR ( Yang Maha Perkasa )
  16. AL WAHHAB ( Yang Maha Pemberi )
  17. AR RAZZAAQ (Yang Maha Pemberi Rejeki )
  18. AL FATTAHU ( Yang Membuka Pintu Rahmat )
  19. AL ALLIM ( Yang Maha Mengetahui )
  20. AL QOBIDH ( Yang Mengendalikan Rejeki )
  21. AL BAASITH ( Yang Melapangkan Rejeki )
  22. AL KHOFIDH ( Yang Merendahkan Derajat )
  23. AR RAAFI’ ( Yang Meninggikan Derajat )
  24. AL MU’IZZ ( Yang Memberi Kemuliaan )
  25. AL MUDZILLU ( Yang Menimpakan Kehinaan)
  26. AS SAMII’ (Yang Maha Mendengar)
  27. AL BASHIIR (Yang Maha Melihat)
  28. AL-HAKAM (Yang Menetapkan Hukum)
  29. AL-ADLU (Yang Maha Adil)
  30. AL LATHIIF (yang Maha Penyantun)
  31. AL KHOBIIR (Yang Mewaspadai)
  32. AL HALIIM (Yang Maha Bijaksana)
  33. AL ADZIIM (Yang Maha Agung)
  34. AL GHOFUUR (Yang Maha Pengampun)
  35. ASY SYAKUUR (Yang Berterima Kasih)
  36. AL ALYY (Yang Maha Luhur/Tinggi)
  37. AL KABIIR ( Yang Maha Besar)
  38. AL HAFIIDZ (Yang Maha Memelihara)
  39. AL MUQIIT (Yang Memberi Makan)
  40. AL HASIIB (Yang Maha Menghitung)
  41. AL JALIIL (Yang Maha Agung Lagi Mulia)
  42. AL KARIIM (Yang Maha Pemurah Dan Maha Mulia)
  43. AR RAQIIB (Yang Maha Mengawasi)
  44. AL MUJIIB (Yang Maha Mengabulkan Doa)
  45. AL WAASI’ (Yang Maha Luas)
  46. AL HAKIIM (Yang maha Bijaksana)
  47. AL WADUUD (Yang Maha Mengasihi)
  48. AL MAJIID (Yang Maha Mulia)
  49. AL BAA’ITS (Yang Membangkitkan)
  50. ASY SYAHIID (Yang Maha Menyaksikan)
  51. AL HAQQU (Yang Maha Benar)
  52. AL WAKIIL (Yang Maha Mengurusi)
  53. AL QOWIYYU (Yang Maha Kuat)
  54. AL MATIIN (Yang Maha Kokoh)
  55. AL WALIYYU (Yang Maha Melindungi)
  56. AL HAMIID (Yang Maha Terpuji)
  57. AL MUHSHIY (Yang Maha Menghitung)
  58. AL MUBDI’U (Yang Memulai)
  59. AL MU’IID (Yang Mengembalikan)
  60. AL MUHYII (Yang Maha Menghidupkan)
  61. AL MUMIIT (Yang Maha Mematikan)
  62. AL HAYYU (Yang Maha Hidup)
  63. AL QOYYUUM (Yang Maha Mandiri)
  64. AL WAAJID (Yang Menemukan)
  65. AL MAAJID (Pemilik Kemuliaan)
  66. AL WAAHID (Yang Maha Tunggal)
  67. AL AHAD (Yang Maha Esa)
  68. AS SHOMAD (Pusat Pengaduan)
  69. AL QOODIR (Yang Maha Kuasa)
  70. AL MUQTADIR (Yang Memegang Kekuasaan)
  71. AL MUQODDIM (Yang Mendahului)
  72. AL MU’AKHIR (Yang Mengakhiri)
  73. AL AWWAL (Yang Maha Awal)
  74. AL AAKHIRU (Yang Maha Akhir)
  75. AZH ZHOOHIRU (Yang Nyata)
  76. AL BAATHIN (Yang Maha Ghaib)
  77. AL WAALIYU (Yang Maha Menguasai)
  78. AL MUTA’AALI (Yang Maha Tinggi)
  79. AL BARRU (Yang Maha Baik)
  80. AT TAWWAAB (Yang Maha Menerima Tobat)
  81. AL MUNTAQIM (Yang Maha Menyiksa)
  82. AL AFUWWU (Yang Maha Pemaaf)
  83. AR RO’UF (Yang Maha Belas Kasihan)
  84. AL MALIKUL MULKI (Yang Menguasai Segala kekuasaan)
  85. DZUL JALAALI WAL IKRAAM (Pemilik Keagungan Dan Kemuliaan)
  86. AL MUQSITH (Yang Maha Adil)
  87. AL JAAMI’ (Yang Maha Menghimpun)
  88. AL GHONIYY (Yang Maha Kaya)
  89. AL MUGHNII (Yang Maha Memberi Kekayaan)
  90. AL MAANI’ (Yang Maha Menolak)
  91. ADH DHOORRU (Yang Maha Merusak)
  92. AN NAAFI’ (Yang Maha Memberi Manfaat)
  93. AN NUUR (Yang Maha Memberi Cahaya)
  94. AL HAADII (Yang Maha Memberi Petunjuk)
  95. AL BADII’ (Yang Maha Menciptakan)
  96. AL BAAQII (Yang Maha Kekal)
  97. AL WAARITS (Yang Maha Tetap)
  98. AR RASYIID (Yang Maha Pandai)
  99. ASH SHOBUUR (Yang Maha Penyabar)
Berdoa memohon sesuatu pada Allah, dengan memanggil nama Allah sesuai dengan doa yang dipanjatkan. Misalnya Ya Malik , Ya Aziz, Ya Jabbar, digunakan memohon sesuatu yang bersifat kekuatan atau kekuasaan.

Ya Rahman, ya Rahiim, ya Latif, digunakan untuk memohon sesuatu yang bersifat kasih sayang dan penuh kelembutan. Ya Ghoniy, ya mughni, ya Razzaq, ya Fattah digunakan memohon sesuatu yang berkaitan dengan masalah kekayaan dan rezeki.

0 Response to "Keutamaan Manfaat Asmaul Husna"

Poskan Komentar